Selasa, 14 Juli 2015

Karya Puisiku 85



Ceria hanya tinggal kenangan
ketika ribuan burung memilih langit
daripada daratan yang terselimuti air

kejutan demi kejutan yang menghampiri
menjadi sebuah puing-puing kapal pecah
yang berserakan tak berguna

hujan bandang
gelap bagai malam tak berpenghuni
petir-petir yang mencambuk bumi
tak indah rasa ini yang kumiliki

kepergianmu membuat bayangan luka
yang menghantui disetiap langkahku
hingga daku tak bisa meneruskan hidup

betapa malang nasibku
yang tak bisa membuat siang dan malam menyatu
dia yang meninggalkan demi dunia
beserta alam yang tak menentukan kebahagiaan selamanya

dan aku pulang
menuju rumah asliku
untuk menemui sang pencipta
dengan darah buatan daku
yang tinggal hampa tanpamu

Karya Puisiku 84



Bunga yang tumbuh indah
Mekar dan wangi penuh berkah
Terlalu lama tak disirami
Hingga layu tak berpenghuni

Kasih, dahulu aku memang untukmu
Namun mentari tak pernah kau beri
Aku bosan dengan semua
Kaupun selalu menyanyat jiwa

Maafkan aku
Tak bisa lanjutkan kisah kasih
Meski rasa masih di dada
Tapi kini ku kasihi sesama

Mungkin kau berkata aku gila
Tapi semua memang nyata
Rasa yang kau beri membuatku lebih memilihnya

Karya Puisiku 83



Berjalan ditengah jalan yang sunyi
Sepi bagaikan dunia tak berpenghuni
Lambaian pohon tua yang menemani
Tegar dan menakuti

Lampu-lampu yang bercahaya
Kemilau sorotan lampu kecil
Yang kian menjadi gelap
Dan suara bising muncul ketika tuhan menolong

Menutupi semua awak yang dingin
Bau semerbak asap neraka

Karya Puisiku 82



Bagaimana jika esok
Tak ada lagi diriku
Yang tersenyum
Untukmu?

Tak ada lagi marahku untukmu
Dan tak ada lagi kata dariku?

Dan yang kau temukan
Hanya diriku yang kaku terselimuti
Apakah masih ada yang mau merangkul tanganku
Walau hanya sebentar?

Karya Puisiku 81



Aku iya aku
Aku bukan kamu
Kamupun bukan aku
Inilah cara aku hidup
Dan seperti inilah
Aku bertahan tuk hidup

Aku punya cara sendiri
Tuk gapai semuanya
Aku dan kamu itu berbeda
Dan didunia ini gada ada yang sama
Mungkin adapula yang kebetulan

Karya Puisiku 80



Gadis malang
Hidup yang tidak beraturan
Mencari makan dijalanan
Demi hidup dimasa depan

Gadis malang
Pergi dari istana megah
Untuk mencari setitik cahaya
Dan setumpuk kebebasan

Tuhan.. Dimanakah malaikat dunia?
Meskia ia tak bersayap sempurna
Tapi selalu berharap kedatangannya
Untuk menemani disaat rindu

Pantaskah Tuhan?
Mengharapkan kebahagiaan dariMu